Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 November 2012

Khasiat Dasyat Obat Herbal



Pinang (jambe kuning) dan sirih merah ( tampak belakang dan depan )

Manfaat dari Pinang (jambe kuning) dan sirih merah sangat banyak bisa di cek lewat mbah google, yang pasti disini pengen share pemanfaatannya sebagai obat herbal yang murah meriah dan juga mudah didapat kok semua bahan-bahannya ini :
  • Ambil 10 lembar sirih merah
  • Satu pinang (jambe kuning)
  • Satu ruas jahe merah
  • 2 ltr air
  • Rebus semua bahan-bahan diatas, kemudian diminum sebelum makan 3x sehari.
Kalau anda sudah merasakan khasiatnya sendiri, anda boleh bilang ke rekan2 anda, kalau gak ada khasiatnya jangan diminum lagi :D

Selamat mencoba dan yang pasti semua kesembuhan itu dari ALLAH SWT

Tanaman liar kaya manfaat yang dipandang sebelah mata.

Hmmmmm Apa ya nama ilmiahnya???? :-/

Banyak orang bilang tanaman ini seperti selada air atau sirih-sirihan dengan batang yang lunak (emang mirip kayak daun sirih tapi lebih imut...hehehe). Tanaman ini biasanya tumbuh liar dihalaman rumah, dipot-pot atau didekat tumpukan batu bata, mudah sekali menemukan tanaman ini. Manfaat tanaman ini banyak sekali salah satunya untuk membuang kolesterol jahat dalam tubuh dan juga bisa buat obat stroke tapi harus rutin dan telaten serta yakin akan bisa sembuh karna ALLAH SWT. Untuk pemanfaatan tanaman ini sebagai minuman atau jamu caranya mudah banget, ikuti langkah-langkah ini :
Cara pertama :
  • Ambil segenggam tanaman tersebut sampai akarnya, kemudian cuci bersih
  • Rebus dengan air 1 ltr
  • Minum 3x dalam sehari
Cara kedua :
  • Ambil satu genggam tanaman tersebut sampai akarnya, kemudian cuci bersih
  • Ambil garam secukupnya
  • Remas-remas garam dan tanaman tersebut hingga keluar airnya dan bubuhkan air remasan tersbut pada bagianyang sakit

Note :Selain itu tanaman tersebut juga dapat digunakan sebagai bahan masakan yaitu sayur bening.


Selamat mencoba dan yang pasti semua kesembuhan itu dari ALLAH SWT.

Sumber : Anonymous

Jumat, 04 Mei 2012

Menyeimbangkan Stres dan Pemulihan


Konsep memaksimalkan kinerja dengan menggilir periode kegiatan dengan periode istirahat mula – mula di kemukakan oleh Flavius Phiostratus ( 170 – 245 M ), penulis petunjuk pelatihan bagi atlet Yunani. Namun para ahli Rusia mengangkt kembali konsep ini pda tahun 1960-an dan mulai diterapkan . saat ini, perbandingan rasio “bekerja-istirahat” terletak pada inti periodisasi, suatu metode pelatihan yang digunakan para atlet terkemuka di seluruh dunia. Pengetahuan mengenai periodisasi dari tahun ke tahun semakin tepat dan canggih, walaupun konsep dasarnya belum berubah. Setelah periodisasi berlangsung, tubuh harus mengisi kembali sumber utama energi biokimia. Dan inilah yang disebut “kompensasi”. Pada fase ini, energi yang tadinya dikeluarkan dipulihkan kembali. Semakin tinggi intensitas latihan atau tuntutan kerja, semakin banyak pasokan energiyang harus diperbaharui secara seimbang. Jika tidak demikian, kinerja akan mengalami penurunan.

Energi merupakan kapasitas untuk melakukan pekerjaan. Mengeluarkan dan memulihkan energi merupakan kebutuhan paling mendasar bagi manusia

Memulihkan energi tidak hanya membuat kita sehat dan bahagia, tetapi juga memperbarui kinerja. Hampir semua orang pernah mengalami over training ( terlalu banyak berlatih ) dan under trining ( terlalu sedikit berlatih ) dalam satu atau ledih dimensi, antar fisik, emosional, mental, atau spiritual. Baik itu over trining maupun under trining memiliki konsekuensi terhadap kinerja, misal sakit, cidera terus menerus, cemas, kesal, marah, sulit konsentrasi dan kurang semangat.

Menyeimbangkan stres dan pemulihan sangatlah penting, itu bisa diterapkan dalam semua bidang kehidupan dalam aspek mengelola energi. Energi yang kita keluarkan berasal dari cadangan yang kita miliki dalam tubuh. Ketika kita memulihkan energi, cadangan dalam hidup kita terisi kembali. Bila terlalu banyak energi yang dikeluarkan tanpa disertai pemulihan yang mencukupi, maka kita akan kehabisan energi atau kelelahan ( berlebihan menggunakan dan akhirnya kehabisan ). Sebaliknya, pemulihan yang terlalu banyak dan sementara stres yang dihadapi tidak mencukupi hal itu akan mengarah pada terjadinya atrofia dan kelemahan.

Proses yang sama juga terjadi pada dimensi emosional, mental dan spiritual. Kekuatan dan kelemahan emosional dapat diukur dari keterlibatan aktif dengan orang lain dan denganperasaan kita sendiri. Ketajaman mental akan berkurang jika tidak ada tantangan intelektual yang sedang atau akan terjadi. Sedangkan kapasitas energi spiritual dapat diukur dari penelaahan kembali secara teratur nilai – nilai yang ada pada diri kita. Keterlibatan penuh memerlukan penanaman keseimbangan yang dinamis antara pengeluaran energi (stres) dan pemulihannya dalam semua dimensi.

Namun, kebanyakan orang cenderung menjalan kehidupan yang jauh lebih linear. Kita sedang berasumsi sedang mengeluarkan energi secara tidak terbatas pada dimensi – dimensi tertentu, seperti mental dan emosional, dan dapat bekerja efektif tanpa harus mengeluarkan energi sama sekali pada dimensi – dimensi lainya seperti fisik dan spiritual. Kehidupan kita datar – datar saja.

(diterjemahkan dari The Power Of Full Engagement : Managing Energi, Not Time , Is The Key to High Performance and Personal Renewel, Jim Loeke and Tony Schwaltz, NY 2003. )

Jumat, 27 April 2012

Tanaman Liar Obat Hypertiroid itu Bernama "Ciplukan"


Banyak tanaman yang dianggap gulma bagi masyarakat ternyata memiliki banyak manfaat yang belum diketahui. Salah satu tanaman liar yang banyak ditemukan adalah Physallia angulata L. atau lebih dikenal dengan Ciplukan. Tanaman yang biasa tumbuh di sawah dan kebun petani ini mampu mengobati penyakit hypertiroid.
Bagi orang yang sebagian besar masa kecilnya tinggal di desa atau setidaknya suka bermain di sawah, kebun ataupun padang rumput tidak asing lagi dengan nama ciplukan (Physallia angulata L.). Famili Solanaceae (terung – terungan) ini tumbuh pada ketinggian 1 – 1800 mdpl pada tanah – tanah kosong yang tidak terlalu basah. Walaupun dapat ditemukan dimanapun khususnya daerah tropis, tanaman ciplukan ini sesungguhnya berasal dari kawasan tropis Amerika Latin.
Mudah Tumbuh dan Liar
Orang Indonesia mengenal tanaman ini sebagai tanaman liar yang tumbuh dengan mudah dan dapat ditemukan dimana saja. Bahkan petani menyebut tanaman ini sebagai gulma. Ciplukan sangat populer bagi masyarakat. Saking populernya tanaman ini, setiap daerah memiliki nama yang khas untuk menyebut tanaman ini. Di Bali dikenal sebagai kopok – kopokan, daerah Sunda mengenalnya dengan cecendet atau cecenet. Di Madura populer dengan nama nyor – nyoran, Letokan di Minahasa, Laponanat di Pulau Seram dan di Sasak bernama kenampol atau dedes. Menurut peneliti ciplukan dari Universitas Brawijaya bahwa jenis tanaman ciplukan di Indonesia memiliki dua jenis spesies agulata yang banyak tumbuh di dataran tinggi. Di luar negeri jenisnya lebih bermacam – macam.
Penelitian tentang ciplukan juga berkembang di Jurusan Farmasi, misal saja di Universitas Cartagena Colombia menemukan ciplukan dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan bersifat anti pembengkakan. Bahkan dalam Farmakologi China, ciplukan diyakini memiliki rasa pahit yang bersifat menyejukkan.
Tanaman ciplukan memiliki kandungan kimiawi chlorogenik acid, asam sitrun dan fisalin. Buahnya mengandung asam malat, alkoloid, tanin. Kriptoxantin, vitamin C dan elaidic acid. Denga kandungan kimia tersebut ciplukan memiliki sifat analgetik, peluruh air seni, menetralkan racun (detoksifikasi) dan meredakan batuk.
Penelitiannya Terus Berkembang
Di negara – negara maju, ciplukan memiliki nilai ekonomis tinggi. Seperti di pasar Prefektur Ishikawa Jepang, tanaman ini dibudidayakan secara intensif dan dengan harga 780 yen Jepang per pack dengan isi 18 buah atau setara dengan Rp.4300,-. Di Singapura, buah ciplukan menjadi cemilan eskrim penutup pada restorannya.
Ciplukan ini mengandung Physalin K yang berfungsi menurunkan tekanan darah dan dapat peluruh kanker 624, kandungan gizinya tinggi. Bulu yang ada di ciplukan menghasilkan Physalin yang tinggi, proses ini bisa dikultur jaringan diperbanyak dan dijadikan kristal untuk pengobatan menurunkan darah tinggi. Selain itu Physalin dan Withanolid bersifat sitotoksik pada beberapa sel kanker dan mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara, paru-paru, dan kanker darah.
Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, ciplukan diketahui memiliki aktivitas sebagai imunostimulan, antioksidan, antihyperglikemi, antibakteri, imunosupresanmasi dan sitotoksik. Penelitina yang dilakukan oleh Juanirio dan tim peneliti dari Philipina dalam menguji aktivitas antimikroba ekstrak murni tanaman ciplukan pada fraksi -29-12 yang terdiri dari fisalin B, D dan F. hasilnya fraksi tersebut dapat menghambat Mycobacterium tubercolosis H37Rv sebesar 32 µg. Fisalin D inilah yang berperan sebagai antimikroba.
Mengobati Hipertiroid
Tiroid merupakan kelanjar metabolisme tubuh yang memiliki bentuk seperti kupu – kupu  terdapat di leher, dibawah jakun. Beratnya sekitar 28,4 gr dan memproduksi 2 jenis hormon yaitu T3 dan T4. Metabolisme tubuh seperti detak jantung, pertumbuhan tinggi badan, pembakaran kalori, dipengaruhi oleh hormon tiroid. Selama produksi tirosin normal, maka fungsi metabolisme pun berlangsung sebagaimana mestinya. Namun, apabila berlebihan menyebabkan penyakit Hipertiroid.
Hipertiroid merupakan kondisi dimana kelenjar tiroid terlalu aktif memproduksi hormon T3 dan T4 diatas batas yang dibutuhkan oleh tubuh. Kelebihan hormon Tirod ( T3 dan T4 ) ini menyebabkan terganggunya aspek metabolisme tubuh seperti detak jantung, pertumbuhan badan sampai dengan kecepatan tumbuh dalam me,bakar kalori.
Terganggunya sistem metabolisme berdampak pada kesehatan penderita dengan tanda – tanda berat badan menurun secara drastis, mata tampak melotot, badan mudah berkeringat dan sulit mengendalikan emosi. Beberapa penyebab hypertiroid adalah berlebihnya konsumsi kelenjar tiroid, terjadi peradangan pada kelenjar tiroid, atau sekresi THS ( Thyroid Stimulating Hormone ) oleh kelenjar pituitari secara abnormal.
Mahmood Vessal dari Departemen Biokimia Shiraz of Medical Sciences di Iran menemuka khasiat ciplukan untuk mengobati Hypertiroid. Mahmood Vessal menemukan apabila tikus yang diberikan ekstrak ciplukan dapat meningkatkan ektivitas enzim pituiari dan hipotalamus dapat mencegah pengeluaran TSH yang berlebihan. Tanaman liar yang sering dianggap gulma dan disia – siakan kini menunjukkan khasiatnya. Bukan hanya diusir dari lahan, tapi ciplukan juga ampuh mengusir penyakit :D

Suplemen :
Mengobati penyakit Ala “Ciplukan”
  1. Influenza dan Sakit Influenza Tenggorokan *) = Tumbuhan ciplukan ( semua bagian ) yang sudah dipotong – potong seukuran 3 – 4 cm dijemur, lalu dibungkus agar tidak lembab lagi. Kemudian ambil kira – kira sebanyak 9 – 15 gr direbus, airnya diminum, lakukan sebanyak 3x sehari, atau sesuai kebutuhan dan atau petunjuk resep.
  1. Kencing Manis ( Diabetes ) = Sama dengan nomor satu. Tetapi pada saar merebus, rebuslah dengan 2 gelas air, hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum sekaligus pda pagi hari. Ampasnya bisa direbus sekali lagi, guna diminum pada sore hari.
  1. Sakit paru – paru = Sama dengan nomor satu. Saat merebus, gunaka 3 – 4 gelas air. Setelah mendidih, dinginkan dan saring, minum airnya 3x sehari.
  1. Ayan = Buah ciplukan 8 – 10 butir dimakan setiap hari.

*) resep nomor satu juga diberlakukan terhadap beberapa penyakit, seperti : Batuk Rejan (Pertusis), Bronchitis ( Radang Saluran Penapasan ), Gondongan ( Paroritis ), pembengkakan buah pelir ( Orchitis ).
Diolah dari berbagai sumber.

Dalam Bayang – Bayang Bahaya Limbah Infus

Botol bekas infus yang tidak tertangani secara benar dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk mainan anak – anak, salah satunya bola – bola pada permainan mandi bola. Namun ternyata botol infuse tersebut mampu menularkan penyakit, terutama kepada pekerja pembuat mainan anak – anak.

Sampah bukan menjadi hal baru dalam kehidupan manusia. Tidak ada sampah bisa diartikan tidak ada kehiupan dan itu berarti tidak ada kehidupan. Sampah ialah barang – barang sisa dari suatu proses yang tidak dapat digunakan kembali dan tidak sedikit yang berbahaya bagi manusia.

Salah satu jenis sampah yang sering ditemukan adalah sampah rumah sakit. Sampah yang berasal dari proses pengobatan dan sisa – sisa penderita penyakit. Tentu saja sampah ini berbahaya , namun ternyata sampah rumah sakit ini digunakan sebagai bahan untuk mainan anak – anak, misalkan bola plastik pada permainan mandi bola.
  • Limbah rumah sakit
Semua sisa hasil proses kegiatan dirumah sakit serta kegiatan penunjangnya dikenal sebagai limbah rumah sakit. Limbah rumah sakit dapat dibedakan menjadi limbah klinis dan non klinis baik yang berbentuk padat maupun cair.

Peralatan medis yang dapat memotong ataupun menusuk kulit, seperti misalnya jarum suntik atau pisau bedah yang telah digunakan dapat digolongkan sebagai limbah infeksius. Limbah infeksius adalah limbah yang berkaitan  dengan pasien yang mendapat perawatan intensif sehingga memungkinkan terjadinya penyebaran penyakit. Karena limbah tersebut terkontaminasi  oleh dara, cairan tubuh, mikrobiologi, bahan beracun atau radioaktif. Limbah lain yang tergolong limbah infeksius ialah limbah yang berkaitan dengan pemeriksaan mikrobiologi dari poliklinik dan ruang isolasi penyakit, bagian tubuh yang terinfeksi kuman serta botol – botol infus.

Limbah infeksius ini cenderung berbahaya jika pengelolaanya tidak benar. Limbah ini dapat menjadi sumber penularan penyakit ke manusia.  Pemerintah telah mengatur bahwa sampah medis harus dipisahkan dengan sampah – sampah  non medis. Pembedaan sampah medis dengan non medis dapat dilakukan dengan mengemas menggunakan kantong plastik yang berbeda warna.


  • Bahaya Botol Infuse
Infuse ialah salah satu limbah medis yang tergolong limbah anorganik. Bahan dasar infus yang berupa plastic golongan low density polyethylene (LDPE), menjadikan limbah infus di daur ulang untuk dijadikan barang – barang baru, misalnya mainan anak – anak. Salah satu mainan anak – anak yang berbahan dari plastic limbah infus adalah bolah plastik pada permainan mandi bola.

Botol bekas infuse masih berisi cairan nutrisi dapat menjadi sumber penyakit dan menularkan pada individu lain. Infus dapat terkontaminasi penyakit yang ditularkan melalui produk darah sehingga ia ( infuse) dapat menjadi sumber penyakit. Infuse telah menjadi jalur dari naiknya kuman penyebab penyakit meski aliran infuse mengikuti pola gravitasi bumi, dan itu yang dikhawatirkan.

Pemerintah telah mengatur cara penanganan limbah medis sehingga limbah tersebut tidak menimbulkan bahaya bagi manusia. Peraturan pemerintah no.85 tahun 1999 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya ialah salah satu bentuk usaha pemerintah untuk menangani masalah limbah rumah sakit yang berbahaya.

Pemusnahan limbah rumah sakit dapat dilakukan dengan cara dibakar atau ditanam. Sedangkan limbah infeksius yang berupa cairan seharusnya dibakar  dengan menggunakan incinerator, yaitu dengan menggunakan suhu 1.200 0C yang dilengkapi dengan penghisap gas untuk menghisap gas beracunya.

Pada pembuatan mainan anak – anak yang menggunakan bahan botol bekas infuse diperlukan penanganan yang benar agar limbah tersebut tidak menyebarkan penyakit.  Ada cara tersendiri  untuk memproses botol – botol infuse, jika memang ingin digunakan kembali, yaitu melalui proses dekontaminasi.  Namun sayangnya pada pembuatan mainan berbahan botol beks infuse tidak ada prses pembersihan yang istimewa.

Proses pembuatan mainan meski menggunakan alat mesin tetap saja ada pekerja yang mengoperasikannya. Namun pekerja tersebut tidak menggunakan alat khusus untuk melindungi dirinya dari bahaya limbah tersebut, misal penggunaan sarung tangan atau masker. Sehingga para pekerja trsebut dapat mudah tertular penyakit, terutama ketika daya tahan tubuh pekerja tersebut lemah.

  • Penyakit dari rumah sakit
Botol infuse bekas mudah diperoleh itu menjadi salah satu permasalahan penanganan limbah klinis yang cenderung dipandang sebelah mata oleh pemerintah. Mudahnya terjadi pencampuran jenis limbah, antara medis dan non medis, sehingga sampailah di TPA, dan itu menjadi bentuk kurangnya pengawasan pemerintah terhadap masalah limbah klinis.

Pencampuran limbah tersebut sering ditemukan di TPA, seperti jarum suntik, botol infuse dll. Bagi pemulung plastik limbah medis dapat di daur ulang, sehingga mereka mengumpulkan limbah tersebut, kemudian menyerahkan ke pengepul untuk di daur ulang kembali.

Secara teoritis plastik dari jarum suntik bekas dan botol infuse mempunyai kadar plastik yang baik dan mempunyai nilai yang tinggi jika di daur ulang (recycle). Hal itu juga diungkapkan oleh salah seorang pengepul “Botol bekas infuse memiliki kelas plastik yang bagus, lebih lentur”, ungkapnya. Kondisi ini dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk mencari penghasilan tanpa memperhatikan bahwa pemanfaatan jarum suntik bekas dan botol infuse bekas bisa menularkan penyakit. Pengelolaan sampah medis yang ideal seharusnya tersentral di satu lokasi yang jauh dari kawasan padat penduduk agar memudahkan pengawasan, prosedur standar operasional lebih mudah diterapkan. Harapnya rumah sakit tidak lagi menjadi penyebar penyakit . :D 
GO GREEN!!!!.............



Hmm.. Pesaing Dokter Gigi, Ya Tukang Gigi


Hmm...Dokter Gigi ma tukang gigi, mana hayo yang paling terkenal ???? mungkin tukang gigi kale :D hihiihi.

Akhir - akhir ini banyak dibuka tempat praktik dokter gigi, baik bersama maupun spesialis, dan enggak kalah juga tu tukang gigi juga ikut menjamur, dan yang bikin kaget pula ternyata mereka juga menawarkan jasa seperti halnya di tempat praktik dokter gigi.

jujur neh, saya sebagai OB di rumkit praktik gigi merasa geram melihat maraknya praktek ahli/tukang gigi yang mendagangkan ilmu para dokter gigi.. baik masang bracket (behel gigi), pemutihan gigi (teeht whitening/bleaching), bahkan pemutih gigi dijual bebas dipasaran, tanpa ada ijin dolo.

bahkan parahnya lagi, dengan santainya para tukang gigi memasang iklan mengenai perawatan gigi baik via iklan di koran, pamflet, dll.. padahal dokter gigi enggak boleh mengiklankan prakteknya..hiiiisss X_X

fenomena ini sangat mengherankan... ada hukum mengenai ini ngga sih??? UU nya mana nih :D

Gigi Implikasi Menyebabkan Nyeri Berat Pada Gigi Geraham Bungsu Yang Tidak Bisa Erupsi


Impaksi gigi molar (geraham) adalah gigi molar ketiga yang gagal untuk erupsi (tumbuh) secara sempurna pada posisinya. Gigi terhalang oleh gigi depannya (molar dua) atau jaringan tulang/jaringan lunak yang padat di sekitarnya. Kemungkinannya, gigi bisa muncul sebagian atau tidak bisa erupsi sama sekali. Kalaupun muncul, erupsinya salah arah atau posisinya tidak normal. Gigi demikian bisa digolongkan sebagai gigi yang gagal bererupsi pada posisi normal.

Posisi impaksi gigi molar bisa macam-macam. Ada yang miring ke depan, vertikal dan muncul sebagian, serta terpendam horisontal atau vertikal. Semua itu tergantung letak dan posisi gigi molar tiga terhadap rahang dan geraham kedua (molar kedua), atau kedalamannya menancap di dalam tulang rahang.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan gigi mengalami impaksi. Karena jaringan sekitarnya yang terlalu padat, adanya retensi gigi susu yang berlebihan, tanggalnya gigi susu terlalu awal, proses pertumbuhan terhambat, arah pertumbuhan, arah erupsi, dan pengaruh garis oblik eksternal dan otot buksinator. Bisa juga karena tidak adanya tempat untuk erupsi. Rahang "kesempitan" gara-gara pertumbuhan tulang rahang kurang sempurna.

Ada teori lain. Pertumbuhan rahang dan gigi mempunyai tendensi bergerak maju ke arah depan. Apabila pergerakan ini terhambat oleh sesuatu yang merintangi, bisa terjadi impaksi gigi. Misalnya, karena infeksi, trauma, malposisi gigi, atau gigi susu tanggal sebelum waktunya.

Sementara, menurut teori Mendel, pertumbuhan rahang dan gigi dipengaruhi oleh faktor keturunan. Jika salah satu orang tua (ibu) mempunyai rahang kecil, dan bapak bergigi besar-besar, ada kemungkinan salah seorang anaknya berahang kecil dan bergigi besar-besar. Akibatnya, bisa terjadi kekurangan tempat erupsi gigi molar ketiga, dan terjadilah impaksi.

Sempitnya ruang erupsi gigi molar ketiga, menurut drg. Danardono, itu karena pertumbuhan rahangnya kurang sempurna. Hal ini bisa karena perubahan pola makan. Manusia sekarang cenderung menyantap makanan lunak, sehingga kurang merangsang pertumbuhan tulang rahang.

Makanan lunak yang mudah ditelan menjadikan rahang tak aktif mengunyah. Sedangkan makanan banyak serat perlu kekuatan rahang untuk mengunyah lebih lama. Proses pengunyahan lebih lama justru menjadikan rahang berkembang lebih baik. Seperti diketahui, sendi-sendi di ujung rahang merupakan titik tumbuh atau berkembangnya rahang. Kalau proses mengunyah kurang, sendi-sendi itu pun kurang aktif, sehingga rahang tidak berkembang semestinya. Rahang yang harusnya cukup untuk menampung 32 gigi menjadi sempit.

Akibatnya, gigi molar ketiga yang selalu tumbuh terakhir itu tidak kebagian tempat untuk tumbuh normal. Maka, untuk mendukung perkembangan rahang, sebaiknya sering-sering mengkonsumsi makanan berserat supaya gigi jadi lebih aktif menggigit, memotong, dan mengunyah. Rahang pun menjadi makin aktif dan diharapkan akan tumbuh normal.

Gigi molar ketiga yang mengalami impaksi sering menimbulkan komplikasi yaitu:

☑ Perikoronitis merupakan suatu kondisi yang umum dijumpai pada molar tiga yang impaksi dan cenderung muncul berulang, bila molar ketiga belum erupsi sempurna. Akibatnya, dapat terjadi kerusakan tulang di antara gigi molar ketiga dan molar depannya (molar kedua).

☑ Tekanan mahkota gigi molar ketiga yang erupsi pada permukaan akar molar depannya dapat menyebabkan resorpsi patologis. Misalnya, hilangnya lapisan semen gigi bahkan bisa menimbulkan kematian gigi molar kedua.

☑ Gigi molar ketiga yang impaksi juga dapat melemahkan bagian belakang rahang bawah. Bila terjadi trauma pada bagian wajah, maka pada sisi itu sering terjadi fraktur (retak) tulang rahang.

☑ Rasa sakit idiopatik merupakan rasa sakit gigi pada molar ketiga yang tidak jelas atau rasa sakit yang menyebar ke bagian leher dan kepala. Kadang-kadang pasien mengeluh sakit meski secara klinis dan rontgen tak ada yang tidak normal kecuali adanya gigi impaksi tertanam dalam sekali. Impaksi gigi molar ketiga kadang-kadang tampak pada waktu dilakukan pemeriksaan rontgen rutin seputar daerah tidak bergigi pada rahang bawah. Penekanan selaput lendir antara mahkota molar ketiga dan protesa menyebabkan rasa sakit. Tekanan pada gusi yang menutupi menyebabkan kematian sel dan dapat menimbulkan penyebaran infeksi.

☑ Gigi molar tiga yang impaksi adakalanya tidak menimbulkan keluhan maupun gejala klinis. Meskipun demikian, kalau molar tiga dibiarkan bertancap di tempatnya, ada kemungkinan dapat memperburuk keadaan, misalnya pada penderita kelainan jantung akut, kelainan pembekuan darah, dan menjadikan tidak tahan terhadap obat anestesi. Apalagi bila gigi impaksi terbenam dalam tulang rahang secara keseluruhan, justru memungkinkan terbentuknya kista.

☑ Gigi molar tiga yang impaksi juga bertendensi menimbulkan infeksi atau karies (gigi berlubang) pada bagian geraham depannya. Cukup banyak kasus karies pada gigi molar dua gara-gara gigi molar ketiga mengalami impaksi. Hal ini terbukti dari hasil pengamatan Akbar Rahayu (1981) pada penderita yang berobat di Bagian Bedah Mulut dan Maksilo Fasial Ladokgi TNI AL M.E. Martadinata. Menurut Akbar, terbentuknya karies dipermudah, terutama kalau erupsinya sebagian sehingga sisa-sisa makanan sukar dibersihkan.

☑ Keadaan lain yang dapat disebabkan oleh gigi impaksi adalah periodontitis (peradangan jaringan pendukung gigi), kelainan neurologis dan gigi berdesakan karena ditekan gigi molar ketiga ke arah depan.

Nah, untuk mencegah timbulnya komplikasi macam-macam, maka tindakan pencabutan atau bedah sangat dianjurkan. Dalam hal ini ada tiga alternatif. Mencabut semua gigi molar ketiga, terutama yang akarnya sudah terbentuk sempurna. Pencabutan hanya pada molar ketiga yang akan impaksi. Atau pencabutan gigi molar ketiga impaksi yang menimbulkan kondisi patologis.

Di kalangan dokter tindakan demikian disebut odontectomie atau mengeluarkan gigi yang tidak erupsi atau erupsi sebagian karena akarnya tertanam dalam tulang rahang dan sulit dicabut dengan cara biasa, maka harus dengan tindakan bedah.

Waktu pencabutan gigi molar impaksi tidak dapat ditentukan dengan jelas. Bila telah ada indikasi pencabutan gigi tersebut, maka tindakan pencabutan gigi molar tiga impaksi sebaiknya pada usia relatif muda pada waktu pertumbuhan tulang telah berhenti (16-18 tahun), karena akan mengurangi komplikasi karena akar belum terbentuk sempurna (sebaiknya bila akar telah terbentuk sepertiga atau duapertiga) dan tulang sekitar gigi belum padat.

Beberapa komplikasi pencabutan gigi impaksi yang sering dijumpai:
  1. Nyeri dan Bengkak. Ketidak nyamanan, bengkak dan rasa nyeri merupakan suatu konsekuensi tindakan pencabutan gigi impaksi, yang harus diminimalkan. Umumnya tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan kompres es dan pemberian preparat steroid yang mempunyai efek anti inflamasi kuat seperti betametason dan eksametason pra bedah. Tindakan lain adalah dengan melakukan irigasi cairan fisiologis yang adekuat selama operasi dan menggunakan anestesi lokal long acting seperti bupivacain.
  1. Kerusakan saraf. Kerusakan saraf sangat mungkin terjadi pada tindakan operasi gigi molar tiga impaksi dengan frekuensi berkisar 0,5-5%. Pada umumnya kerusakan saraf akan mengalami perbaikan secara spontan terutama saraf alveolaris inferior karena terletak dalam kanalis mandibula sehingga ujung-ujung saraf yang rusak dapat dengan lebih baik mendekat secara spontan.
  1. Infeksi. Infeksi dapat terjadi baik sebelum maupun setelah tindakan pencabutan gigi molar tiga. Infeksi akibat gigi molar tiga perlu mendapat perhatian serius karena dapat menyebar ke spatium kepala dan leher yang berakibat fatal.
  1. Komplikasi sinus maksilaris. Secara anatomis terdapat hubungan yang erat antara gigi premolar (geraham kecil) dan molar atas dengan sinus maksilaris, sehingga tidak menutup kemungkinan terjadinya resiko perforasi sinus maksilaris pada waktu pencabutan gigi-gigi tersebut.
  1. Fraktur tulang mandibula (retak tulang rahang bawah). Fraktur mandibula merupakan komplikasi pencabutan gigi molar tiga bawah yang dapat terjadi pada penderita dengan atropi mandibula, osteoporosis atau adanya kista atau tumor yang besar. Dapat pula terjadi bila menggunakan terlalu besar tenaga. Bila terjadi fraktur mandibula maka segera hentikan tindakan, lakukan imobilisasi dan lakukan foto Panoramik. 
  1. Terdorongnya gigi ke spatium sekitarnya. Gigi molar tiga atas dapat terdorong kearah posterosuperior kedalam spatium infratemporalis bila menggunakan tenaga yang berlebihan pada waktu elevasi kearah distal tanpa retraktor dibelakang tuberositas.
  1. Perdarahan. Perdarahan yang terjadi dapat dibagi menjadi perdarahan primer, intermediat atau sekunder atau perdarahan arteri, vena dan kapiler. Pada tindakan pencabutan gigi molar tiga pada pasien tanpa kelainan darah, umumnya disebabkan oleh perdarahan kapiler. Perdarahan sekunder disebabkan oleh oral fibrinolisis akibat terlalu banyak kumur, infeksi lokal atau trauma pencabutan yang terlalu besar. Terapinya adalah aplikasi tampon adrenalin, pemberian anti perdarahan kapiler seperti asam trasexamik, hemostatik lokal seperti spongostan, surgicel dan penjahitan.
  1. Komplikasi pada sendi temporomandibula (sendi yang menggerakkan rahang). Pencabutan gigi molar kadang akan mengakibatkan disfungsi sendi temporomandibula terutama pada penderita yang sebelumnya telah mengalami gangguan sendi, tindakan yang lama dan tenaga yang berlebihan. Komplikasi dapat diminimalkan dengan pasien menggigit pada bite block pada sisi kontralateral dan istirahat sebentar durante operasi. Bila terjadi, maka kelainan sendi tersebut diterapi dengan cara konvensional seperti istirahat, terapi hangat, muscle relaxant dan bila mungkin dengan terapi splint oklusal.
Beberapa petunjuk perawatan pada pasien setelah pencabutan gigi impaksi adalah:
* Dilarang menghisap atau meniup
* Dilarang merokok
* Minum menggunakan sedotan selama 24 jam
* Dilarang berkumur keras walaupun menggunakan obat kumur 
* Dilarang membersihkan gigi dekat tempat pencabutan
* Dilarang olah raga berat selama 24 jam
* Dilarang minum panas atau alkohol. (putz)

sumber: dentisia.com (the first dentistry online magazine in Indonesia)